Liburan Cara Aku! Menutrisi Jiwa, Mengukir Bahagia di Jogja
Bareng Traveloka

1717 MDPL. Hamparan awan seputih kapas dengan semburat jingga itu, seketika mengobati semua drama perjalanan malam selama 3 jam kami. Perjalanan melelahkan demi menjemput pagi yang menawan di puncak gunung Batur, Bali.

Perjalanan malam penuh drama itu akhirnya berhasil kami lalui. Aku masih berdiri dengan perasaan yang begitu campur aduk ketika sang kapten mengatakan, “selamat datang di 1717 MDPL!”. Kami, 6 orang rekan sekantor yang awalnya hanya berceloteh tentang mendaki gunung, kemudian tiba-tiba memutuskan untuk mewujudkannya. Dan hari itu, 10 Mei 2015 tepat pukul 5 pagi waktu Bali. Kaki kami benar-benar berdiri di puncak gunung Batur bersama puluhan pelancong lain yang entah dari mana asalnya. Yang aku yakini, kami sama-sama ingin menjemput pagi yang begitu menawan di atas sana.

Sang kapten yang juga rekan sekantor, seketika sibuk memasak mi instan dan kopi sasetan dengan kompor mini portabelnya. Sementara kami berlima lainnya, yang notabene baru pertama kali jalan-jalan ke puncak gunung, tentu saja sibuk berpose dan berfoto. Padahal langit masih gelap, plus penampilan kami sudah awut-awutan pasca perjalanan memuncak yang warbyasa itu. Tapi tetep ya, urusan pepotoan itu dilarang lupa. Alhasil, adegan menyeruput kopi dan mi instan di atas gunung yang sejatinya adalah tujuan kami, musnah sudah euforianya.

Meski rencana menikmati akhir pekan anti mainstream kami sedikit tak sesuai rencana, namun semua terbayar lunas dengan pemandangan yang tak pernah bisa disanggah mata tentang kemolekannya. Dan perjalanan hari itu, semakin meneguhkan rasa syukur kami karena telah dianugerahi segenap raga dan jiwa yang sehat. Terlebih untukku, yang paling banyak alasan kalau diajak olahraga ini, ternyata berhasil mengaktualisasi sebuah pengalaman mendaki gunung di usia yang tak muda lagi. Pun untuk mengulang kenangan itu kini, agaknya semakin mustahil.

Pertama, karena kini usiaku mulai mendekati 40 tahun dengan gaya hidup sehat yang masih saja ala kadarnya. Pun sejak memilih resign dan menjadi ibu rumah tangga, waktuku cenderung lebih banyak diributkan 2 balitaku yang sengaja kuasuh sendiri itu.

Jangankan untuk mendaki gunung, jalan-jalan menikmati waktu sendirian yang durasinya tak panjang saja rasanya kini hampir muhal tanpa drama.

Puncak Gunung Batur - bareng Moments to Go Bali Team

Aku Menyukai Peranku Sebagai Ibu, tapi Aku Juga Butuh Waktu Sendiri 

Setelah diingat-ingat. Mendaki gunung Batur kali itu merupakan kali terakhirnya aku melakukan sebuah perjalanan dan traveling yang sesungguhnya. Menikmati waktu tanpa terganggu. Menyenangkan mata dengan hal-hal menakjubkan ciptaan-Nya. Meluruhkan segala penat untuk kembali dengan jiwa yang seperti terlahir kembali.

Dahulu sekali, menjadi ibu rumah tangga yang baik dan benar merupakan cita-cita luhur dan khayalanku yang tinggi. Nyatanya, keadaan ekonomi kala itu membuatku lebih nyaman berperan sebagai ibu yang bekerja di luar rumah karena memiliki gaji bulanan. Lingkungan pekerjaanku pun memberiku banyak kesempatan menikmati tempat-tempat indah, merasakan atmosfer hotel mewah, menjajal berbagai makanan enak, meski harus menebusnya dengan kebersamaan yang lebih singkat bersama anak.

Hingga suatu hari aku memutuskan untuk berhenti kerja dan fokus dengan kehamilan anak kedua. Mencoba menyemai kembali cita-cita luhur yang dulu pernah kudambakan. Sejak kehamilan anak kedua menginjak delapan bulan, semua kegiatan keluar rumah sudah di take-over pak suami. Antar jemput anak sulung, belanja sayur, hingga belanja hampir semua kebutuhan rumah. Hanya sesekali saja aku sendiri yang berbelanja untuk kebutuhan hobi baking yang saat itu kugeluti. Itu pun diantar paksu dengan segenap pasukan kecil kami.

Kebayang nggak sih hanya di rumah saja? Ketemunya tembok dan tembok. Dapur, mesin cuci, tangisan bayi, dan itu-itu lagi. Nggak bosan? Ya nggak munafik, hadir rasa bosan itu sudah pasti.

Untungnya aku masih bisa memiliki waktu untuk me-time. Nonton drakor secara marathon sambil goleran adalah caraku untuk memulihkan hari-hariku yang mulai menjemukan. Bersyukur pak suami mengerti bahwa aku juga butuh waktu untuk sendiri. Menikmati waktu sendiri sembari melepas penat tanpa diributkan dengan tangisan bocah-bocah atau urusan remeh-temeh di rumah yang nyaris nggak pernah habis itu. Di saat-saat seperti itu, pak suami sudah paham apa yang harus dilakukannya. Membiarkanku tanpa protes.

Aku sih kepinginnya bisa ngerasain lagi traveling tanpa bocah-bocah. Entah solo traveling, date-traveling bareng paksu, atau girl/genk traveling. Kemarin sudah sempat diskusi dengan pak suami, katanya boleh. Karena si bontot alhamdulillah sudah mulai bisa ditinggal sejak aku tinggal sibuk bantuin eyangnya yang mau Umroh beberapa waktu lalu.

Bagaimana Menjadi Ibu Waras di Tengah Fenomena Ibu Pembunuh Akibat Tak Bahagia?

Belakangan ini, berita tentang pembunuhan anak yang justru dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri menjadi fenomena yang cukup menyesakkan. Ibu yang sejatinya adalah surga bagi anak-anaknya. Tempat berteduh ternyaman bagi si kecil dari kejamnya kehidupan zaman ini. Justru malah menciptakan kisah tragis.

Miris dan sedih dengan berita yang beredar. Sebagian kalangan berpendapat, bahwa sang ibu melakukan hal tersebut akibat depresi tingkat akut. Kurangnya perhatian orang-orang terdekat terhadap kesehatan mental sang ibu pun disebut-sebut menjadi faktor pemicu utama. Misalnya kekerasan fisik bahkan mental dari suami, komentar negatif dari keluarga atau kerabat dekat, menjadi gunjingan tetangga dan lingkungan sekitar, juga kaitannya dengan perkara garis ekonomi lemah.

Meski sebagai ibu dan manusia yang merasa masih waras aku menganggap fenomena tersebut sebagai hal yang terlalu berlebihan. Tapi aku juga tidak lantas mengelak bahwa dampak stres berlebihan mampu memicu perilaku di luar nalar. Contoh kecil saja, saat kita terlalu capek apalagi ditambah dengan pikiran ini itu, kita menjadi lebih mudah emosi. Misalnya sampai membentak anak, bahkan mencubit. Meskipun setelah menyadari hal tersebut kita sering menyesal berkepanjangan.

Lalu apa saja cara melepas stres agar kesehatan mental ibu tetap terjaga?

Hirup Udara Segar di Luar Rumah

Menjadi ibu rumahan sepertiku, terkadang waktu kita habis untuk berkutat di dalam rumah saja. Memasak, berjibaku dengan piring kotor, drama cucian menumpuk, tangisan bocah, rumah yang berantakan, seakan tak pernah ada kata tamat. Menghirup udara bebas di luar rumah dapat merelakskan kebosanan dari udara pengap di dapur yang menjemukan.

Memperbesar Produksi Hormon Bahagia dengan Olahraga

Endorfin merupakan pereda nyeri alami yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap rasa tidak nyaman atau stres. Disebut-sebut sebagai hormon pencetus bahagia, katanya kadar endorfin ini akan meningkat saat kita melakukan hal-hal yang menimbulkan perasaan puas. Misalnya makan makanan lezat, setelah berhubungan intim, juga setelah berolahraga. Lakukan olahraga ringan seperti senam atau yoga sedikitnya dua kali seminggu.

Tetap Tampil Bersih dan Rapi

Sebagai wujud pengakuan terhadap diri sendiri, usahakan tetap tampil bersih dan rapi meski daster tetap menjadi outfit ternyaman saat di rumah. Nggak ada salahnya dandan meski di rumah, malah konon itu adalah sunnah. Dengan tampil cantik dan bersih, membuat kita lebih percaya diri dan tentu saja makin disayang suami. Ehh.

Meminta Bantuan Suami atau Orang-Orang Terdekat

Sebagai ibu, kita tak harus menjadi wonder women, lho. Saat kita merasa lelah dan kewalahan, ada baiknya berkomunikasi dengan suami atau keluarga serumah untuk meminta bantuan.

Misal, membantu menjaga si kecil saat kita mengerjakan hal lain, atau bahkan karena terlalu lelah dan ingin beristirahat.

Mengikuti Komunitas Positif yang Menyenangkan

Meski sebagai ibu rumahan, ada baiknya untuk mengikuti komunitas positif yang menyenangkan. Circle yang positif membantu kita tetap berada di jalur pemikiran yang positif pula.

Misalnya komunitas memasak, menjahit, kerajinan tangan, tanaman hias, komunitas blogger, dan masih banyak lagi. Tidak harus komunitas yang sifatnya offline, ya. Karena belakangan ini komunitas secara daring juga banyak.

Mengasah Skill untuk Tetap Produktif dari Rumah

Siapa bilang ibu rumahan tidak bisa berkarya? Kita masih bisa loh tetap produktif dan mendapat apresiasi atas karya kita.
Misalnya, menjuarai lomba blog bagi blogger dan menghasilkan cuan dari hobi menulis online ini.

Atau jika menyukai dunia masak memasak, bisa juga menerima orderan kue atau makanan, misalnya. Begitu juga dengan keahlian lain yang bisa kita kerjakan di rumah.

Dengan begitu, kita bisa tetap berkarya, menghasilkan cuan, sekaligus tetap bisa menjaga anak-anak.

Beri Reward untuk Diri Sendiri

Saat menjadi ibu, terkadang kita diharuskan mengalah untuk mendahulukan kebutuhan si kecil. Terlebih jika kita tidak menghasilkan uang secara mandiri.
Meski demikian, kita juga boleh lho sesekali mendahulukan kebutuhan kita di atas kebutuhan anak bahkan suami.

Ada kalanya kita berhak sesekali memprioritaskan kebutuhan kita sebagai reward untuk diri sendiri. Apalagi jika kita kurang mendapat pengakuan atas apa yang telah kita kerjakan.

Misalnya membeli baju yang kita inginkan, lipstik incaran, skincare, atau sekadar membeli makanan lezat yang harganya mungkin sedikit mahal. Hal ini berkaitan juga dengan hormon endorfin di atas.

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ini dia yang selalu kupegang hingga hari ini. Tetap meluangkan waktu untuk diri sendiri. Entah itu saat anak-anak tidur, atau sengaja meminta pak suami untuk mengambil alih peran agar aku bisa menikmati waktu benar-benar sendirian.

Saat kebetulan ada kegiatan menghadiri sebuah event bersama teman-teman komunitas Blogger Bali, biasanya aku meminta pak suami untuk menjaga anak-anak. Namun jika tidak ada kegiatan keluar rumah, menonton drakor secara marathon tetap menjadi pilihan utama.
Genre drakor kesukaanku biasanya yang komedi romantis. Memang sih kadang dianggap ecek-ecek karena ceritanya yang cenderung kurang berat. Tapi bagiku genre ini adalah pilihan yang tepat untuk stress release. Tontonan yang romantis membuatku merasa ikutan jatuh cinta dan memicu sistem hormon untuk menghasilkan oksitosin lebih banyak. Oksitosin atau hormon cinta ini konon berperan mengurangi stres.

Syukur-syukur kalau bisa traveling tanpa bocil-bocil. Mau sendiri, bareng suami, atau bareng sahabat pun jadi. Toh ada Traveloka #LifeYourWay yang siap mengakomodasi semua kebutuhan perjalanan kita dan membantu kita menciptakan momen perjalanan yang seru.

#LifeYourWay Ikutin Suara Hati
Menutrisi Jiwa Mengukir Sebingkai Kenangan di Jogja Bareng Traveloka

#LifeYourWay bagiku adalah cara sederhana untuk mencintai diri sendiri agar terjaga kewarasan jiwa raga untuk bisa merawat keluarga dengan bahagia. Mensyukuri apa yang sudah kujalani hingga hari ini dengan tetap menjaga harapan terindah untuk esok hari.

Beberapa waktu lalu aku dan adik perempuanku sempat membahas keinginan jalan-jalan ke Jogja naik kereta. Kebetulan banget aku belum pernah merasakan pengalaman naik kereta api executive. So, rencananya aku dan adik perempuanku akan “sis traveling” ke Jogja awal tahun 2023 ini.

Kenapa harus Jogja?

Pertama, aku ingin sekali merasakan perjalanan menggunakan kereta api eksekutif. Dan Jogja, merupakan salah satu destinasi wisata idaman yang mudah ditempuh menggunakan kereta api dari tempat tinggalku saat ini di Pasuruan Jawa Timur.

Kedua. Jogja tak hanya mampu menyuguhkan ambience romantis untuk menciptakan bulir-bulir hormon bahagia, tapi juga kota dengan perpaduan unsur budaya dan modern. Mau menikmati wisata historical bisa, wisata kekinian yang instagramable juga banyak banget. Dan yang jelas, wisata kuliner yang nggak pernah ada matinya itu. Wuenak plus ramah kocek cekak.

Yang ketiga. Jogja relatif dekat dengan tempat tinggalku ketimbang ke Korea. Loh kok Korea? Iya, traveling ke Korea juga merupakan salah satu wishlist-ku. Tapi karena Korea itu jauh, jadi Jogja merupakan pilihan tepat untuk stress release agar tidak meninggalkan bocah-bocah terlalu lama. So, ke Koreanya nanti saja sambil menunggu adek saldo rekening agak gedean. Hehe.

Rencana traveling bareng adik perempuanku kali ini ceritanya “healing emak-time” gitu. Sengaja nggak ngajak keluarga karena pengen beneran me-time. Selain itu, setelah diingat-ingat juga, kami sudah lama tidak menghabiskan waktu rumpi berdua sejak kami sama-sama berstatus istri dan ibu. Terlebih, 10 tahun terakhir sebelum ini aku merantau ke pulau Dewata dan nyaris jarang mudik. Pun saat aku pulang untuk mudik Lebaran, waktu bertemu kami sangat singkat karena adikku juga harus mudik ke rumah mertuanya. Atau kami disibukkan dengan agenda acara keluarga kami masing-masing.

Kalau rencana “sis traveling” ini terwujud (aamiin!), berikut itinerary kami selama 5 hari 4 malam termasuk waktu perjalanan dari Pasuruan menuju Jogja.

Day #1: Keberangkatan Menjemput Bahagia

Siapa sih yang nggak kenal kota wisata Jogjakarta? Untuk menuju ke Jogja kita bisa menggunakan transportasi udara maupun darat seperti mobil, bus, atau kereta api. Untuk keberangkatan, rencananya aku akan menggunakan kereta api executive dengan jam keberangkatan pagi dari stasiun Pasuruan. Beruntung aku menemukan kereta eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 7.36 pagi dengan perkiraan tiba di stasiun Tugu Yogyakarta pukul 14.01 WIB. Ini menurutku jam perjalanan paling pas karena selama perjalanan aku bisa menikmati pemandangan yang dilewati kereta, juga memungkinkan mengabadikannya dengan foto atau video.

Temen-temen juga bisa mengecek jadwal keberangkatan kereta lainnya melalui fitur Tiket Kereta Api di aplikasi Traveloka, untuk menyesuaikan rencana perjalanan kalian.

Setibanya di Jogja, karena masih terbilang siang, aku sempetin buat mampir ke Kuliner Lor Tugu yang lokasinya nggak jauh dari stasiun Tugu. Konon pujasera ini menyediakan berbagai kuliner nusantara dengan harga yang relatif ramah kantong. Pas banget kan buat makan siang dan ngisi tenaga setelah menempuh perjalanan lebih dari 6 jam.

Sehabis makan kami akan langsung check-in ke hotel yang lokasinya tak terlalu jauh dari pusat kota. Nah, rencananya sih kami akan memilih Lafayette Boutique Hotel yang menyuguhkan suasana ala-ala Eropa pada desain bangunan dan hampir seluruh desain interiornya. Biar berasa liburan ala sultan kan, ya. Belum bisa ke Eropa, ya nginepnya aja di hotel bergaya Eropa. Hehe.

Untuk memudahkan, aku memilih memesan hotel melalui aplikasi Traveloka karena selain sering banjir promo, terdapat unggahan foto dan ulasan dari pengguna sebelumnya sehingga nggak takut “zonk”. Oiya, selain Lafayette Boutique Hotel juga banyak banget pilihan hotel atau penginapan yang berada di sekitar pusat kota Jogja dengan harga yang bervariasi. 

Profil dan ulasan Lafayette Boutique Hotel di aplikasi Traveloka

Day #2: Menikmati Ocean View yang Instagramable Hingga Angkringan Kopi Joss

Melihat postingan instagramable di Ocean View yang terletak di pantai selatan Jogja, sukses membuatku kepincut dan ingin mengunjunginya juga. HeHa Ocean View merupakan salah satu wisata modern di Jogja yang mengusung spot foto cantik. Menurut pengamatanku, tempat ini sangat cocok bagi penyuka kegiatan foto terkhusus bagi remaja hingga dewasa. Mumpung traveling kali ini tanpa bocil-bocil, bakal puas banget deh pepotoan tanpa drama bayi nangis. hehe.

Setelah puas berpose ceria untuk bahan pajangan di Instagram, kami akan mlipir ke pantai Parangtritis untuk menikmati sunset. Namun sebelumnya, kami akan mampir makan siang di rumah makan Tirto Segoro yang lokasinya bersebelahan dengan pintu masuk wisata Gumuk Pasir. Menurut beberapa ulasan, kita juga bisa berswafoto dari beberapa titik di lokasi rumah makan Torto Segoro ini dengan latar gurun dari wisata Gumuk Pasir tersebut.

Sementara malamnya, kami bisa menikmati makan malam syahdu di angkringan seputar Tugu Jogja yang biasanya mulai buka sejak sore hingga dini hari.

Day #3: Eksotika Candi Hingga Langit Jingga di Sudut Jogja

Untuk hari ke-3, kami akan mengunjungi Candi Prambanan yang cantik. Selain karena aku belum pernah mengunjunginya, candi Prambanan menurutku merupakan wisata historis yang estetik. Itu yang aku bayangkan setiap melihat unggahan di sosial media. Ya apalagi kalau bukan untuk ikutan “pamer” foto di Instagram. hehe.

Sebelum ke candi Prambanan ini, kita bisa nyempetin makan siang di soto becek Mbah Semar yang lokasinya tak jauh dari tempat wisata candi Prambanan. Soto becek merupakan hidangan khas yang berisikan jeroan kambing, taoge, koya kacang, kemudian diguyur kuah gulai dan disantap bersama sate kambing. Hmmm baru membayangkan saja sudah ngiler nih.

Tapi kalau tidak suka olahan kambing, ada juga menu lain seperti ayam kremesan atau nasi pecel. Nah, Sepulang dari candi Prambanan, kami akan menghabiskan sore hingga sunset tiba di Obelyx Hills yang terkenal dengan suguhan jingga yang memanjakan penganut kopi senja.

Jika kami bisa berangkat lebih pagi dan waktunya memungkinkan, kami juga berencana mengunjungi Agrowisata Bhumi Merapi sebelum menuju candi Prambanan. Tempat wisata ini menyuguhkan bangunan bernuansa Santorini Yunani. Yang pasti bakal jadi spot foto yang unik.

Day #4: Relaksasi untuk Terciptanya Ketenangan hati

Hari ke empat adalah waktunya relaksasi dan soping-soping. Selain bisa bermalas-malasan staycation menikmati mewahnya nuansa kamar bergaya Eropa di Lafayette Hotel. Kami rencananya akan berburu berbagai kuliner dan oleh-oleh. Oseng mercon merupakan kuliner khas Jogja selain gudeg. Dan oseng mercon iga sapi kemasan praktis menjadi oleh-oleh incaranku.

Bakpia tentu saja menjadi list belanjaan yang nggak boleh kelewat karena aku dan keluarga paling suka jajanan satu ini. Sementara untuk kuliner yang dimakan di tempat, aku ingin mencicipi Gudeg Manggar Luweng Kayu atau soto ambengan cak Gito. 

Mengelilingi pasar besar Beringharjo juga masuk dalam daftar kunjungan kami. Di pasar yang terkenal ini kita bisa berburu berbagai model baju daster untuk andalan di rumah, aneka aksesoris, kerajinan lokal, dan pilihan jajanan tradisional yang banyak banget. 

Setelah puas belanja dan berburu kuliner, sorenya kita akan mampir untuk relaksasi di Griya Shiatsu atau bisa juga di Jogja traditional treatment. Selain untuk memulihkan badan yang lelah sehabis jalan-jalan seharian dan hari-hari sebelumnya, berbagai pilihan terapi yang ditawarkan juga bisa untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Biar nanti setelah pulang traveling, kita sudah kembali fit lahir batin dan siap menghadapi rutinitas kembali.

Day #5: Waktunya Pulang Membawa Cerita

Hari ke lima, waktu cinderella sudah habis! Dalam perjalanan menuju Stasiun Tugu, kami bisa mampir makan siang ke warung sate Klatak Pak JeDe, salah satu kuliner khas Jogja yang cukup terkenal lainnya.

Setelahnya, kami akan kembali menikmati perjalanan dengan kereta executive untuk keberangkatan siang hari dan tiba di Pasuruan pada petang hari menjelang malam untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga kembali.

Aku pribadi nggak perlu khawatir dan sibuk mencari ini itu untuk menunjang daftar perjalananku di atas, karena ada Traveloka yang bisa aku andalkan untuk memenuhi semua kebutuhan perjalanan kami nantinya. Misalnya pembelian tiket kereta api untuk perjalanan pergi pulang, reservasi hotel, rental mobil untuk menuju lokasi wisata, hingga voucher Spa, bahkan kita juga bisa pesan antar makanan melalui fitur Traveloka Eats.

Beberapa Potret Tempat Wisata yang Ingin Kami Kunjungi

Paling Bisa Diandalkan untuk Mewujudkan Liburan Cara Aku

Traveling sendirian pun sekarang nggak perlu bingung dan takut lagi. Karena ada Traveloka #LifeYourWay yang siap mewujudkan liburan berkesan seperti yang kita inginkan. Mau traveling dengan jalur darat seperti kereta api atau bus, bisa. Pakai pesawat juga bisa banget. Mau nginep di hotel mevvah, villa, hingga homestay, Traveloka paling bisa diandalkan.

Nggak mau ribet dan ingin jalan-jalan dengan tenang menggunakan jasa paket tour? Kita bisa menemukan penawaran terbaik di Traveloka Experience. Atau jika ingin jalan-jalan sesuka hati dengan rental mobil? Traveloka juga siap membantu menemukan rental mobil pilihan kita. Pokoknya, semua itinerary perjalanan yang kita inginkan, Traveloka selalu siap mewujudkannya.

Selain menyediakan kebutuhan perjalanan dan akomodasi untuk berbagai budget dan keperluan. Traveloka juga siap membantu untuk menikmati beragam aktivitas selama traveling dengan Traveloka Experience. Misalnya tiket atraksi di sekitar, voucher Spa dan relaksasi, berbagai pilihan kuliner, hingga pulsa atau paket data untuk kebutuhan komunikasi.

Saat bepergian dan lupa membayar tagihan seperti internet, BPJS, listrik, hingga angsuran kredit, Traveloka juga menyediakan fitur Tagihan Isi Ulang untuk memudahkan pembayaran dari jarak jauh, lho.

Kenapa aku memilih Traveloka?

Traveloka merupakan situs perjalanan yang memiliki pilihan fitur super lengkap. Mulai dari tiket pesawat, hotel, berbagai atraksi, kuliner, antar-jemput bandara, berbagai pilihan akomodasi di Asia Tenggara, hingga klinik kesehatan dan kecantikan. Pokoknya you are just one click away!

0 tahun
Pengalaman
24/ 0
Customer Service
0 juta
Unduhan
> 0
Cara Pembayaran

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Traveloka menjanjikan pengalaman perjalanan yang seru untuk menciptakan momen bahagia sesuai cara kita. Jika terjadi kendala saat reservasi maupun pembatalan tiket, Traveloka menyiapkan layanan costumer service yang siap membantu 24 jam setiap hari dengan berbagai bahasa pengantar.

Sudah diunduh lebih dari 114 juta kali dan menjadi situs perjalanan yang paling sering dikunjungi masyarakat Indonesia menurut similiar.com, menjadikan Traveloka sebagai situs dan aplikasi layanan perjalanan paling populer sekaligus dipercaya jutaan orang untuk menemani setiap momen perjalanan. Terlebih lagi, Traveloka menyediakan berbagai pilihan pembayaran hingga lebih dari 30 cara pembayaran untuk memudahkan pelanggan.

Menurut survey, berdasarkan data dari similiar.com yang diunggah oleh databoks, Traveloka memiliki jumlah kunjungan lebih dari 7 juta kunjungan pada bulan maret tahun 2022. Dan diyakini akan terus meningkat seiring mulai dibukanya izin perjalanan dan berkerumun pasca pandemi. Dengan jumlah kunjungan yang tinggi itu, menurutku artinya Traveloka memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari konsumen. 

Traveloka menjadi situs travel yang paling sering dikunjungi

Sebagai aplikasi dan situs perjalanan yang selalu mengerti kebutuhan konsumen, Traveloka kini juga hadir dengan fitur Reward Zone yang dipersembahkan untuk pengguna setianya. Fitur Reward Zone menyuguhkan berbagai pilihan casual games yang bisa kita mainkan untuk mengusir kebosanan, dan berita baiknya, kita berkesempatan memenangkan ribuan Traveloka Poin setiap harinya untuk dapat ditukarkan dengan berbagai produk Traveloka sebagai potongan harga. Seru bukan? Traveloka memang teman baik untuk mendukung #LifeYourWay.

Penghujung Cerita

Itu dia sekelumit pengalaman paling berkesan dan traveling cara aku yang ingin aku wujudkan bersama Traveloka #LifeYourWay. Yuk wujudkan perjalanan seru ala kalian bersama Traveloka! Karena Traveloka si paling mengerti akan kebutuhan perjalanan yang mengasyikkan. Nggak hanya menunjang semua kebutuhan perjalanan, tapi juga selalu banjir voucher dan berbagai promo menarik untuk semakin menambah keseruan perjalanan kita. Rekomendasi banget sih ini!

Di penghujung cerita, reminder buat kita semua para Ibu tangguh. Tetaplah sehat secara fisik dan mental. Karena anak-anak akan tumbuh dengan baik bersama Ibu yang sehat jiwa raga. Jangan lupa untuk bahagia!

Yuk ikutin suara hati dan jalani hidup dengan caramu!
#LifeYourWay

Sumber referensi:

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/04/27/traveloka-situs-perjalanan-yang-paling-banyak-dikunjungi-masyarakat-indonesia

https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/

https://www.ibupedia.com/artikel/keluarga/17-tips-mengatasi-stress-untuk-ibu-rumah-tangga

https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-4-jenis-hormon-untuk-mental-yang-sehat

https://www.suara.com/tekno/2022/02/17/215740/jumlah-pengguna-traveloka-diklaim-naik-berkat-fitur-reward-zone

https://www.traveloka.com/id-id/about-us

Foto pendukung & Grafis

Canva

Dokumentasi pribadi

Tangkapan layar aplikasi Traveloka

https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/

Explore thousands of options to enjoy life with

12 Comments

  1. Membayangkan seorang ibu yang tidak kuat menanggung beban, lalu bertindak brutal menghabisi nyawa buah hatinya sungguh terdengar tragis. Kadang kita sering menganggap remeh kondisi seperti itu. Namun menjadi seorang ibu berhak merasakan bahagia. Jangan anggap semua urusan rumah tangga sebagai beban. Bila kita bisa mencari peluang, sesungguhnya menjadi ibu itu sangat membahagiakan karena dikelilingi orang2 tercinta bahkan dapat memaksimalkan kemampuannya tanpa batas.

    1. Iya mba setuju banget…

  2. Maaakkkk… kau merindukan Jogya sementara aku merindukan Bali lagi, dan lagi. Emang bener untuk menjaga agar tetap waras, kita butuh , memanjakan mata, hati, dan lidaaaah eh ini dalam konteks kuliner ya booo bukan gibah hahaha.
    Mari membahagia bersama Traveloka 😘

    1. Aku juga rindu bali, hijs. Rindu lee jong suk juga, ehh

  3. cakep semuanyaaaah.. juara daaah

    1. Iya tempatnya cakep2 semuanya. Aamiin aku jadi juara, loh ehh. Btw makasih eboo Dyah dah mampir

  4. Kangen jogja akutu… Pengen jalan-jalan roadtrip atau naik kereta sampai sana 😍

    Bener, jadi ibu RT full time sangat butuh tetap sehat dan waras. Sekadar bisa ngopi dengan tenang tanpa gangguan/panggilan untuk nyebokin dll pun kadang udah bikin lega, apalagi kalau bisa menikmati waktu buat traveling 😍

    Semoga sis traveling-nya terwujud ya Mak Icik. sehat2 selalu 😘

    1. Aamiin… Makasih udah mampir mba. Hayuk ke Jogja barengan mak2 rumpi kita naek kereta api tut tut tut

  5. Kendall Kempon says:

    good info, iam also get nice info in this web.

  6. Emmitt Stanly says:

    best site for good information. and this is recommended for traveling.

  7. Rent a professional limousine service in Dubai with safety equipments

  8. Jamee Keiser says:

    good info, iam also get nice info in this web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!